Rintho Djago
Rabu, 06 November 2019
Rabu, 28 November 2018
PARIWISATA NUSA TENGGARA TIMUR DIMATA DUNIA
PARIWISATA NUSA TENGGARA TIMUR
DIMATA DUNIA
Pariwisata
Nusa Tenggara Timur saat ini sedang menjadi sorotan dunia. Mengapa tidak?
Program pemerintah Nusa Tenggara Timur yang menjadikan NTT sebagai propinsi
pariwisata sudah terlihat sangat jelas dan boleh dikatakan “Berhasil” promosi
terus dilakukan dan hasilnya duniapun tahu, hewan purba Dragon Komodo berhasil
menjadi new seven wonder dan mampu mengalahkan kompetitor dari negara lain. Itu
artinya destinasi pariwisata NTT tidak boleh dipandang sebelah mata. Dengan
terpilihnya komodo menjadi salah satu dari 7 keajaiban dunia NTT terus
dibanjiri oleh para wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Tidak berhenti
pada komodo saja yang menjadikan ikon pariwisata NTT demi memperkenalkan potensi-potensi
pariwisata yang ada pemerintah selaku pemegang kekuasaan terus membuat inovasi
– inovasi baru dengan tujuan agar destinasi wisata di NTT lebih dikenal lagi
oleh para wisatawan baik domestik maupun
mancanegara, berbagai kegiatan terus dilakukan diantaranya adalah : East Nusa
Tenggara Expo dan Komodo Travel Mark atau yang lebih dikenal dengan ENTEX dan
KTM ini membuktikan bahwa segala potensi yang ada harus dipromosikan dan
menggandeng segala elemen yang terkait untuk bisa menyatukan visi dan misi
memngembangkan potensi pariwisata yang ada di Nusa Tenggara Timur tercinta.
Tidak berhenti pada kegiatan tersebut diatas demi tercapainya program
pemerintah yang menjadikan NTT sebagai propinsi pariwisata, dinas Pariwisata
NTT menggelar lomba fotografi bawah laut yang pertama di kabupaten Alor pada tahun
2014 yang lalu dan yang kedua di kabupaten Lembata pada pertengahan bulan
Agustus yang lalu dan mampu menghipnotis para peserta lomba dengan keindahan
wisata bawah laut yang disuguhkan. NTT perlu berbangga segala potensi wisata
yang dimiliki menjadi destinasi yang mungkin wajib dikunjungi oleh para
wisatawan dari berbagai belahan dunia. Tidak hanya sebatas potensi dan daya
tarik yang dimiliki akan tetapi faktor pendukung harus berjalan demi menopang
pertumbuhan pariwisata yang begitu pesat dalam hal ini para pelaku usaha
pariwisata juga berperan penting dalam mendukung perkembangan pariwisata,
ekonomi kreatif dan juga sumber daya manusia agar mampu mengembangkan potensi
yang ada. Pariwisata adalah industri multisektoral yang dinamis dimana dapat
menciptakan usaha-usaha kreatif untuk meningkatkan pendapatan masyarakat.
Adalah benar bahwa daya tarik wisata merupakan komponen utama dalam industri
pariwisata, namun tidak dapat dipungkiri pula bahwa sumber daya manusia dan ide
–ide kreatif serta komponen-komponen pelengkap lainnya dari pelaku usaha
pariwisata turut mendukung eksistensi daya tarik wisata itu sendiri serta
memberi kontribusi terhadap pergerakan ekonomi kreatif dari pariwisata. Hal ini
mendorong Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Dinas Pariwisata dan
Ekonomi Kreatif dalam Program Pengembangan Kemitraan Kebudayaan Destinasi dan
Promosi Pariwisata merangkul stakeholder pelaku usaha pariwisata di Provinsi
Nusa Tenggara Timur untuk menyatukan presepsi serta meningkatkan kerja sama
antar mitra usaha pariwisata agar segala elemen pariwisata dapat disatukan demi
memenuhi permintaan konsumen dalam hal ini wisatawan itu sendiri. Bertepatan
dengan thema world Tourism Day kali ini yang diperingati pada tanggal 27 september 2015 yakni Satu
juta tourist satu juta peluang Nusa Tenggara Timur sangat layak dan cocok
menyandang Thema ini. bukan tanpa alasan karena jauh sebelum thema ini
diumumkan program pemerintah Nusa Tenggara Timur yang ingin menjadikan NTT
sebagai propinsi pariwisata akan berusaha mendatangkan para wisatawan
sebanyak-banyak untuk datang ke Nusa Tenggara timur. Itu artinya sejuta peluang
ada dan bagaimana kita memanfaatkan segala peluang yang ada. Dibutuhkan
kreatifitas dan sumber daya manusia yang mumpuni untuk menjawab peluang yang
ada dari sektor pariwisata. Berbicara tentang peluang Nusa Tenggara Timur boleh
dikatakan memiliki sejumlah peluang yang dapat dimanfaatkan mulai dari jasa
Akomodasi, Transportasi, restoran dibangun demi memberikan pelayanan yang
terbaik bagi para wisatawan yang datang berkunjung ke Nusa Tenggara Timur. Melihat dari letak
geografis NTT dan dikenal sebagai Propinsi kepulauan maka memanfaatkan segala
peluang yang ada pemerintah berusaha menarik para investor untuk mengembangkan
usahanya ke NTT dalam hal ini yang sering kita jumpai adalah usaha dalam bidang
jasa yakni Hotel dan restoran yang berkembang sangat pesat di NTT khususnya
kota Kupang sebagai ibukota propinsi Nusa Tenggara Timur. Bukan tanpa alasan
karena kota Kupang dijadikan tempat transit bagi para wisatawan yang hendak
melanjutkan perjalanan ke daerah-daerah dimana sesusai dengan destinasi wisata
yang ingin dikunjungi. Tidak hanya di Kota Kupang, di daerahpun tidak
ketinggalan dalam memanfaatkan sejumlah peluang yang ada, melihat bahwa daerah
sedang menjadi pilihan bagi wisatawan maka dibangun pula home stay yang
disediakan khusus bagi wisataawan yang datang berkunjung sehingga para
wisatawan tidak kesulitan dalam mencari tempat penginapan. Dalam konteks ini
saya memberi contoh seperti Danau tiga Warna di Kabupaten Ende atau lebih
dikenal dengan sebutan Danau Kelimutu, karena jaraknya yang cukup jauh dari
kota sehingga dibangunlah Home Stay yang ada di Desa Moni yang notabene desa
yang berada dekat dengan danau Kelimutu sehingga para wisatawan tidak kesulita
mencari tempat penginapan. Dengan
memanfaatkan segala peluang yang ada maka keuntungan akan kembali kepada
masyarakat setempat, kehidupan ekonomi masyarakat sangat terbantu dengan adanya
peluang dari sektor pariwisata. Ketika membuka Hotel, Home stay, Restoran, dan
Transportasi maka secara otomatis membutuhkan Sumber daya manusia yang mumpuni
dan siap pakai. Manfaatnya sangat jelas dengan adanya lapangan pekerjaan
tersebut kehidupan masyarakat akan lebih baik dan jika kesejahteraan masyarakat
disuatu daerah berhasil maka beban ekonomi akan berkurang dan bebas dari
jeratan kemiskinan yang masih melekat pada propinsi Nusa Tenggara Timur.
Disaat
sektor pariwisata sedang berkembang pesat hingga saat ini propinsi Nusa
Tenggara Timur belum meiliki lembaga khusus untuk menangani promosi pariwisata
padahal badan promosi pariwisata sangat berguna dan efektif didalam melakukan
promosi segala destinasi pariwisata yang ada di Nusa Tenggara Timur mengingat NTT
adalah propinsi kepulauan dan beragam bahasa, budaya, adat istiadat, dan
semua destinasi yang dimiliki oleh daerah masing-masing. Selama ini yang
menangani promosi pariwisata NTT adalah
dinas pariwisata akan tetapi alangkah lebih baik bila ada suatu lembaga khusus
untuk menangani bidang promosi sehingga lebih terarah dan fokus untuk mencapai
tujuan demi mearik minat para wisatawan untuk datang berkunjung ke Propinsi
Nusa Tenggara Timur Tercinta...
Promosi terus dilakukan
oleh pemerintah propinsi Nusa Tenggara Timur guna menarik para wisatawan untuk datang
ke Nusa Tengara Timur,. Setelah Sukses menggelar Balap sepeda Internasional
dengan lokasinya di Flores yakni Tour de Flores yang dimulai dari Flores Timur
sampai ke Labuan bajo yang merupakan surganya pariwisata NTT. pemerintah juga tak henti-hentinya
mempromosikan pariwisata NTT di mata Dunia kali ini pulau Timor yang menjadi
kebangaan dengan menggelar balap sepeda serupa yakni Tour de Timor yang
mengambil posisi star dari kabupaten Malaka dan finish di kota kupang. Tak sampai
disitu pariwisata NTT terus berkembang dan menjadikan salah satu destinasi yang
harus dikunjungi dimulai hotel terindah didunia yang ada di sumba hingga
festival budaya pasola festival kuda sandelwood menjadikan suatu kebanggan
tersendiri bagi Nusa Tenggara Timur akan asset yang dimilikinya dengan segala
potensi yang dimiliki tidaklah heran jika propinsi Nusa Tenggara Timur meraih
peringakat 1 atau juara umum dalam penghargaan Pariwisata beberapa tahun silam
dan yang teranyar di 2018 ini keleba
madja di Sabu Raijua berhasil menjadi
yang terbaik dalam ajang penghargaan bergengsi yakni pesona yang tersembunyi..
dan pada bulan Desember 2018 nanti akan diadakan lomba Balap sepeda yakni Tour
de Timor. Semoga dengan semboyan NTT Bangkit maka sector pariwisata NTT harus
bangkit dari segala aspek guna menunjang kelangsungan asset-aset wisata yang
dimiliki Nusa Tenggara Timur karena sesuai program pemerinta bahwa Pariwisata
dijadikan Lokomotif pembangunan Nusa Tenggara Timur tercinta.
SEKIAN…!!!
Kamis, 23 Agustus 2018
Rabu, 09 November 2016
10 November. Hari Pahlawan
10 November. Pahlawan Dalam Hidupku
Cerita ini kubagikan biar kalian Tahu.
Agaknya, bagi banyak di antara kita,
tidak perlu lagi untuk diingatkan bahwa tanggal 10 November merupakan salah
satu di antara berbagai hari bersejarah yang teramat penting dalam perjalanan
bangsa Indonesia. Sejak lebih dari setengah abad yang lalu, tanggal 10 November
telah dinyatakan oleh bangsa kita sebagai Hari Pahlawan. Di zaman
Sukarno-Hatta, hari itu diperingati secara nasional (artinya : di mana-mana, di
seluruh negeri) sebagai Hari Besar yang dirayakan secara khidmat, dan dengan
rasa kebanggaan yang besar.
Pada kurun waktu itu, peringatan Hari Pahlawan
merupakan kesempatan bagi seluruh bangsa bukan saja untuk mengenang jasa-jasa
dan pengorbanan para pejuang – yang tak terhitung jumlahnya _ dalam perjuangan
bersama bagi tegaknya Republik Indonesia yang baru saja diproklamasikan pada
tanggal 17 Agustus 1945. Pada tanggal 1 Maret 1942 tentara Jepang mendarat di
pulau Jawa, dan pemerintah kolonial Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang
pada tanggal 8 Maret. Sejak itu, Indonesia diduduki oleh fasisme Jepang. Dengan
dijatuhkannya bom atom di Jepang (Hiroshima dan Nagasaki) dalam bulan Agustus
1945 oleh Amerika Serikat, maka pada tanggal 15 Agustus 1945 Jepang menyerah
kalah tanpa syarat kepada Sekutu.
Selama pendudukan Jepang, di tengah-tengah penderitaan
rakyat yang disebabkan oleh pendudukan tentara Jepang dan perang, di kalangan
banyak golongan lahir semangat anti-Barat atau anti-kolonialisme, di samping
perasaan anti-Jepang (terutama menjelang tahun 1945). Dalam rangka persiapan
untuk menghadapi segala kemungkinan menghadapi Sekutu, pemerintah Jepang telah
menggunakan berbagai cara dan akal untuk _merangkul_ rakyat Indonesia, untuk
menghadapi Sekutu. Peta (Pembela Tanah Air) telah dibentuk, dan Jepang juga
menjanjikan _kemerdekaan_ kepada bangsa Indonesia. Pemimpin-pemimpin Indonesia
(antara lain Sukarno, Hatta dll) telah menggunakan berbagai kesempatan waktu
itu untuk menyusun kekuatan, demi cita-cita untuk kemerdekaan bangsa.
Dengan kekalahan Jepang menghadapi Sekutu, maka
kemerdekaan bangsa Indonesia telah diproklamasikan tanggal 17 Agustus, yaitu
ketika pasukan pendudukan Jepang masih belum dilucuti oleh Sekutu. Sejak itulah
terjadi berbagai gerakan rakyat untuk melucuti senjata pasukan Jepang, sehingga
terjadi pertempuran-pertempuran yang memakan korban di banyak daerah. Ketika
gerakan untuk melucuti pasukan Jepang sedang berkobar-kobar itulah maka pada
tanggal 15 September 1945 mendarat tentara Inggris di Jakarta dan pada tanggal
25 Oktober juga di Surabaya. Tentara Inggris didatangkan ke Indonesia atas
keputusan dan atas nama Sekutu, dengan tugas untuk melucuti tentara Jepang,
membebaskan para tawanan yang ditahan Jepang, dan memulangkan tentara Jepang ke
negerinya. Tetapi, di samping itu, tentara Inggris juga memikul tugas (secara
rahasia) untuk mengembalikan Indonesia kepada pemerintah Belanda sebagai
jajahannya.
Perkembangan sejak mendaratnya tentara Inngris di
berbagai daerah di Indonesia menunjukkan bahwa kehadirannya (atas nama Sekutu)
itu telah diboncengi oleh rencana fihak Belanda untuk menjajah kembali
Indonesia. Tentara Inggris (Sekutu) yang datang ke Indonesia juga mengikutkan
NICA (Netherlands Indies Civil Adminsitration). Kenyataan inilah yang
meledakkan kemarahan rakyat Indonesia di mana-mana. Di Surabaya, dikibarkannya
bendera Belanda Merah-Putih-Biru di hotel Yamato telah melahirkan _Insiden
Tunjungan_, yang menyundut berkobarnya bentrokan-bentrokan bersenjata antara
pasukan Inggris dengan beraneka-ragam badan perjuangan yang dibentuk oleh
rakyat.
Singkatnya, bentrokan-bentrokan bersenjata dengan
tentara Inggris di Surabaya, makin memuncak dengan terbunuhnya Brigadir
Jenderal Mallaby, pimpinan tentara Inggris untuk Jawa Timur, pada tanggal 30
Oktober. Karena terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby itu, maka penggantinya
(Mayor Jenderal Mansergh) mengeluarkan ultimatum yang merupakan penghinaan bagi
para pejuang dan rakyat umumnya. Dalam ultimatum itu disebutkan bahwa semua
pimpinan dan orang Indonesia yang bersenjata harus melapor dan meletakkan
senjatanya di tempat yang ditentukan dan menyerahkan diri dengan mengangkat
tangan di atas. Batas ultimatum adalah jam 6 pagi tanggal 10 November 1945.
SERANGAN
BESAR-BESARAN TANGGAL 10 NOVEMBER
Adalah wajar sekali bahwa ultimatum yang semacam itu
telah ditolak. Sebab, Republik Indonesia waktu itu sudah berdiri (walaupun baru
saja diproklamasikan), dan Tentara Keamanan Rakyat sebagai alat negara juga
telah dibentuk. Di samping itu, banyak sekali organisasi-organisasi perjuangan
telah dilahirkan oleh beraneka-ragam golongan dalam masyarakat, termasuk di
kalangan pemuda, mahasiswa dan pelajar. Badan-badan perjuangan itu telah muncul
sebagai manifestasi tekad bersama untuk membela republik yang masih muda, untuk
melucuti pasukan Jepang, dan untuk menentang masuknya kembali kolonialisme
Belanda (yang memboncengi kehadiran tentara Inggris di Indonesia).
Pada tanggal 10 November pagi, tentara Inggris mulai
melancarkan besar-besaran dan dahsyat sekali, dengan mengerahkan sekitar 30 000
serdadu, 50 pesawat terbang dan sejumlah besar kapal perang. Berbagai bagian
kota Surabaya dihujani bom, ditembaki secara membabi-buta dengan meriam dari
laut dan darat. Ribuan penduduk menjadi korban, banyak yang meninggal dan lebih
banyak lagi yang luka-luka. Tetapi, perlawanan pejuang-pejuang juga berkobar di
seluruh kota, dengan bantuan yang aktif dari penduduk. Pihak Inggris menduga
bahwa perlawanan rakyat Indonesia di Surabaya bisa ditaklukkan dalam tempo 3
hari saja, dengan mengerahkan persenjataan modern yang lengkap, termasuk
pesawat terbang, kapal perang, tank dan kendaraan lapis baja yang cukup banyak.
Rupanya, Tentara Keamanan Rakyat (yang kemudian menjadi TNI) dianggap enteng,
apalagi badan-badan perjuangan bersenjata (laskar-laskar dll) yang banyak
dibentuk oleh rakyat. Tetapi, diluar dugaan fihak Inggris, ternyata perlawanan
itu bisa bertahan lama, berlangsung dari hari ke hari, dan dari minggu ke
minggu lainnya. Perlawanan rakyat yang pada permulaannya dilakukan secara
spontan dan tidak terkoordinasi, makin hari makin teratur. Ternyata,
pertempuran besar-besaran ini memakan waktu sampai sebulan, sebelum seluruh
kota jatuh ditangan fihak Inggris.
KEAGUNGAN
ARTI 10 NOVEMBER
Kebesaran arti pertempuran Surabaya, yang kemudian
dikukuhkan sebagai Hari Pahlawan, bukanlah hanya karena begitu banyaknya
pahlawan – baik yang dikenal maupun tidak di kenal _ yang telah mengorbankan
diri demi Republik Indonesia. Bukan pula hanya karena lamanya pertempuran
secara besar-besaran dan besarnya kekuatan lawan. Di samping itu semua,
kebesaran arti pertempuran Surabaya juga terletak pada peran dan pengaruhnya,
bagi jalannya revolusi waktu itu. Pertempuran Surabaya telah dapat memobilisasi
rakyat banyak untuk ikut serta, baik secara aktif maupun pasif, dalam
perjuangan melawan musuh bersama waktu itu, yaitu tentara Inggris yang
melindungi atau _menyelundupkan_ NICA ke wilayah Indonesia. Pertempuran
Surabaya juga telah menyebarkan, ke daerah-daerah yang paling jauh di
Indonesia, kesadaran republiken, patriotisme yang tinggi, solidaritas
seperjuangan di kalangan berbagai suku, agama, keturunan. Pengaruhnya bagaikan
nyala api besar yang membakar semangat perlawanan sehingga muncul juga
pertempuran di banyak tempat di Indonesia. (Untuk menyebut sekedar sejumlah
kecil di antaranya : di Jakarta pada tanggal 18 November, di Semarang tgl 18
November, di Riau tanggal 18 November, di Ambarawa tanggal 21 November, di
pulau Bangka 21 November, di Brastagi tanggal 25 November, di Bandung tanggal 6
Desember, di Medan 6 Desember, di Bogor tanggal 6 Desember). Ciri utama
berbagai perjuangan yang meletus di banyak kota dan daerah di Indonesia adalah
bahwa peristiwa-peristiwa itu mendapat dukungan besar moral dan material dari
rakyat, yang berarti juga telah menggugah rasa kebersamaan patriotik dalam
perjuangan, dan dalam skala yang luas. Dalam kaitan ini, patut dikenang bersama
betapa banyaknya dapur-dapur umum yang telah diselenggarakan oleh rakyat di
mana-mana bagi mereka yang berjuang, tanpa imbalan apa pun juga. Juga, betapa
banyaknya rombongan pemuda-pemuda yang berbondong-bondong menuju daerah
pertempuran. Artinya, perjuangan melawan tentara Inggris (dan NICA) telah
menggugah semangat patriotisme yang lintas-suku, lintas-agama, lintas-keturunan
ras, dan lintas-aliran politik. Dengan semangat itu jugalah, rakyat Indonesia
kemudian meneruskan, antara tahun 1945 sampai 1949, perjuangan melawan Belanda,
sesudah tentara Sekutu (Inggris) meninggalkan Indonesia.
Selasa, 27 September 2016
Tourism For All - Keindahan Pantai Selatan Tak’kan Pernah Habis.
Tourim
For All
Keindahan
Pantai Selatan Tak’kan Pernah Habis.
Aku Rintho, kali ini aku kembali dengan
cerita yang tak pernah habis dari sisi selatan.
Ya,, pantai Batulesa... masih
dari wisata bahari yang menjadi primadona baru masyarakat kota kupang dan
dekitarnya. Terletak sekitar 20 km dari kota kupang terdapat suatu panorama
wisata bahari yang tak banyak dikenal oleh masyarakat luas.
Siang itu, ditemani oleh 3 orang teman
Gerson, Andrew, dan Simon yang mempunyai hobby yang sama yakni travelling
walaupung masih dalam skala yang kecil dan bisa dibilang amatir kami berjalan
menyusuri jalanan kota yang ramai untuk menuju Pantai Batulesa.
![]() |
Batulesa Beach- By Rinthodjago.blogspot.com |
Sepeda motor
yang digunakan terus berjalan menelusuri sudut kota ke arah barat. Memasuki
perkampungan pertanda suasana kota telah dilewati jalanan mulus perkotaan telah
berakhir kini jalanan yang dihadapi cukup menantang adrenalin, debu bertebaran dimana-mana maklum jalanan
yang dilalui bukan aspal hotmix melainkan jalanan lama yang sudah berlubang
dimana-mana. Panorama disepanjang jalan dihiasi dengan tumbuhan tropis yang
akan berguguran daunnya apabila musim kemerau tiba. Perjalan terus berlanjut
hamparan pasir putih dan birunya lautan yang terpampang didepan mata serasa tak
sabar lagi untuk segera sampai di pantai batulesa.
![]() |
Batulesa Beach, By Rinthodjago.blogspot.com |
Jauh dari kebisingan kota, pantai ini
menjadi pilihan favorit bagi masyarakat yang sekedar menghabiskan waktu liburan
bersama orang-orang terdekat. Butiran-butiran pasir yang sangat halus dengan
hamparan sejauh mata memandang menjadi ciri khas dari pantai Batulesa ini. Detengah hamparan pasir berdiri kokoh sebuah
batu besar yang menjadi suatu keunikan tersendiri bagi pantai ini sehingga oleh
masyarakat membangun monumen 3 buah salib yang berdiri kokoh diatas puncak batu
ini. Sekedar informasi kenapa harus salib yang dipilih ? karena mayoritas
masyarakat kota kupang dan kabupaten kupang yang menganut agama kristiani
sehingga salib yang dipilih untuk menjadi ikon dari pantai ini. Bagi anda yang
datang berkunjung ke kota Kupang dan sekitarnya pada saat masa paskah (Perayaan
keagamaan bagi umat Nasrani) anda akan menemukan seribu salib di segala penjuru kota ini.
![]() |
Batulesa Beach |
![]() |
Stone of Beach |
Langganan:
Postingan (Atom)